Senin, 09 Mei 2016

WABUP PANTAU UN SMP HARI PERTAMA


Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiwan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs. Purwadi Santoso, Kepala Kantor Kementrian Agama Drs. Bambang Sucipto dan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan melakukan pemantauan UN SMP hari pertama di SMP N 2 Purwokerto, Mts N Purwokerto, dan SMP N 1 Purwokerto, senin (9/5). Wabup datang langsung melihat kesiapan panitia, saran dan prasarana pendukung dan melakukan peninjauan ke tiap ruangan yang sedang berlangusung pelaksanaan Ujian.

Pada kunjungannya di SMP N 2 Purwokerto yang melaksanan UN berbasis Komputer (UNBK) dari 258 siswa yang mengikuti UN terdiri dari siswa laki-laki 123 dan Perempuan 135, siswa yang mengikuti sesi pertama hadir secara keseluruhan, demikian juga pada pemantauan di MTs N Purwokerto yang melaksanakan UN PBT 303 siaswa peserta UN terdiri 142 laki-laki dan 161 perempuan menempati 16 ruangan hadir secara keseluruhan,.

Berbeda pada pemantauan di SMP N 1 Purwokerto yang juga melaksanakan UNBK kehadiran wabub yang sudah memasuki waktu jeda antara sesi pertama dan kedua diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada siswa UN sesi kedua yang sudah berkumpul di aula dan pada kesempatan tersebut wabub memotivasi siswa agar tidak tegang dan percaya diri.

"UN ini adalah merupakan evaluasi selama belajar di SMP dan Saya yakin sudah belajar maksimal dan berdoa, jadi jangan cemas dalam mengerjakan soal dan jangan terlalu emosi dalam menemukan soal yang sulit berdoalah minta petunjuk keapada tuhan " pintanya.

Wabub juga berpesan agar anak-anak tidak mengecewakan orang tua serta dapat masuk SMA sesuai dengan yang dicita-citakan " Belajarlah terus agar tidak mengecewakan orang tua dan dapat masuk ke SMA sesuai dengan cita-citanya, Semua akan melanjutkan ke SMA kan? dan dijawab oleh siswa dengan suara serentak melanjutkan." tanyanya
Peserta UN di SMP N 1 Purwokerto 217 siswa terdiri 122 laki-laki dan 95 perempuan, siswa yang mengikuti sesi pertama dan kedua juga hadir secara keseluruhan.

Budhi berharap, seluruh siswa/siswi dapat mengikuti UN sampai dengan hari terakhir tanpa satu alangan apapun " saya mendoakan agar seluruh siswa/siswi di Kabuapten Banyumas yang mengikuti UN tahun ini dapat melaksanakan UN sampai hari terakhir dalam keadaan sehat, lulus semua dan mencapai hasil yang sempurna dan berpesan agar bersikap tenang, optimis, banyak berdoa, dan minta didoakan oleh orang tua serta jangan sekali-kali nyontek" imbuhnya.

Wabub juga mengapresiasi kerja Jajaran Dinas Pendidikan, Panitia dan pengawas serta berterima kasih kepada PLN dan telkom atas kerjasamanya sehingga UN hari pertama dapat berjalan dengan lancar "saya sangat berterima kasih kepada jajaran Dinas Pendidikan, Kantor Kementrian Agama, seluruh pantia dan pengawas dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan UN SMP tahun ini atas kerja kerasnya sehingga UN dapat berjalan dengan lancar" tambahnya.

Purwadi yang mendampingi wabub mengatakan, UN SMP diikuti oleh 26.184 Sisa dari 211 SMP/MTs dan diawasi oleh 2.818 pengawas di 1.409 ruangan dengan jadwal Ujian UN Senin 9 Mei 2016 pukul 07.30-.09.30 WIB bahasa Indonesia, Selasa, 10/5 Matematika, Rabu, 11/5 Bahasa Inggris dan Kamis 12/5 IPA.

"khusus untuk SMP yang melaksanakan UNBK yaitu SMP N 1 Purwokerto, SMP N 2 Purwokerto, SMP Susteran Purwokerto dan SMP Nasional 3 Baha Putera Harapan Puyrwokerto dibagi menjadi 3 sesi yaitu sesi 1 pukul 07.30 s.d 09.30 WIB sesi kedua pukul 10.30 s.d 12.30 WIB dan sesi ke tiga pukul 14.00 s.d 16.00 WIB " jelasnya.

Terkait dengan sekolah yang melaksanakan UNBK Purwadi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinadi dengan telkom dan PLN agar tidak ada pemadaman maupun kesulitan jaringan internet." dari awal kami sudah berkoordinasi dengan Telkom dan PLN agar sekolahan yang melaksanakan UNBK tidak terjadi pemadaman maupun kesulitan jaringan internetnya, alhamdulilah menyuport sepenuhnya, dan terbukti UN hari pertama berjalan dengan lancar." jelasnya.

Sedangkan untuk sekolahan dengan UN PBT distribusi naskah soalnya juga sudah terselenggara dengan baik " untuk sekolah yang melaksanakan UN PBT distribusi soal silaksanakan dibagi menjadi 7 rayon yaitu SMP 3 Ajibarang, SMPN 1 Banyumas, SMPN 3 Purwokerto, SMPN Kedungbanteng 1, SMPN 1 Sokaraja, SMPN 1 Sumpiuh, dan SMPN 1 Jatlawang" tambahnya.

Festival Serayu 2016, Bakal Lebih Meriah

Festival Serayu Banyumas Tahun 2016, diprediksi bakal lebih meriah, karena bebarengan dengan peringatan hari air dunia Tingkat Jawa Tengah. Even yang digelar Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, pada 21-22 Mei mendatang, mempromosikan wisata air Sungai Serayu dari Desa Sokawera hingga Bendung Gerak Serayu.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, festival yang mempromosikan keeksotisan wisata Kali Serayu tahun ini akan dihadiri Gubernur dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

”Bapak Gubernur diharapkan hadir pada even ini, dan dari Kementerian Pekerjaan Umum juga ikut ambil bagian. Jadi, tahun ini dibarengkan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret,” terangnya saat memimpin rapat persiapan.

Jatmiko mengatakan, konsep penyelenggaraan serupa dengan even yang digelar pada tahun lalu. Festival tersebut menyuguhkan adu ketangkasan lomba perahu pengangkut pasir dan karnaval perahu hias.

“Yang menjadi pembeda pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama dua hari, hari pertama Sabtu (21/5/2016) balapan perahu pasir Start Finish di Bendung Gerak Serayu, dan hari kedua Karnaval Perahu Hias Minggu (22/5/2016) start dari Desa Sokawera finish di Bendung Gerak Serayu” jelasnya.

Jatmiko berharap kelompok penambang pasir di seluruh Banyumas bisa mengikuti balapan perahu pasir. “Pendaftaran untuk balapan perahu, kami buka tanggal 16-18 Mei dan Jum’at (20/5/2016) akan diadakan technincal meeting” terangnya.

Untuk pesyaratan peserta balapan perahu, satu tim terdiri 11 orang 1 oficial dan 10 peserta dan harus ber KTP Banyumas. “Pendaftaran dilaksanakan di Bidang Pariwisata Jl Suharso pada jam kerja tanggal tersebut diatas,” katanya.

Sedangkan untuk pendaftaran karnaval perahu hias lebih lama, mulai tanggl 9-18 Mei. Jatmiko berharap kepada Kepala SKPD, Pimpinan BUMN dan BUMD dan perusahaan swasta ikut berpartisipasi pada karnaval ini.

Apabila kesulitan perahu, para penambang siap menyewakan perahunya dengan harga 400 ribu, perahu wajib dihias sesuai kreatifitas yang mencerminkan adat seni dan budaya banyumasan. “Mulai dari Start sampai ke finish peserta juga diwajikan menampilkan atraksi seni budaya diatas perahu,” tambahnya.

Jatmiko berharap karena Festival Serayu Banyumas 2016 ini merupakan salah satu agenda wisata yang sangat ditunggu masyarakat, dan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan di sekitar Sungai Serayu, pihaknya meminta bantuan kepada semua pihak untuk mempublikasikan.

Askab PSSI Banyumas Terapkan Aturan Ketat


Kompetisi Usia Dini U-12

PURWOKERTO – Askab PSSI Banyumas menerapkan aturan ketat di kompetisi usia dini U-12 Askab PSSI Kabupaten Banyumas. Tak heran, sejumlah tim yang datang terlambat terpaksa harus dicoret.

Biro Pembinaan Usia Dini dan Sepakbola Wanita Askab PSSI Banyumas, Edi Sustriyanto S Pd mengatakan, Askab PSSI Kabupaten Banyumas sangat ketat dalam menerapkan aturan penyelenggaraan sebuah kompetisi resmi.

“Mereka nyasar katanya ke lapangan lainnya sehingga terlambat datang. Tidak ada pilihan lain selain memenangkan tim lawannya. Apalagi setelah sempat mengajukan protes ternyata perwakilan klub tersebut tidak datang saat temu teknik di Sanggar Pramuka Banyumas, Minggu (10/4) lalu. Padahal sudah disepakati bersama seluruh peserta untuk kompetisi usia dini U-12 semua dipusatkan di Lapangan Brimob Watumas,” katanya.

Dirinya melanjutkan, ada juga tim yang saat bermain ternyata para pemainnya tidak dapat diturunkan karena terlampauinya batas usia. “Mereka pada akhirnya mundur saat pertandingan telah berlangsung dan harus menerima kekalahan dengan skor 4-0. Untuk umur juga sudah kita jelaskan bahwa maksimal kelahiran 2004 dan seterusnya. Kalau kelahiran 2003 masuknya ke U-15,” sambung dia.

Ketua Bidang SDM Askab PSSI Kabupaten Banyumas, H. Sutarno SIP M Si menjelaskan, dengan berbagai kendala kecil yang ditemui di lapangan, secara umum kompetisi usia dini U-12 Askab PSSI Banyumas minggu pertama berjalan lancar. “Dengan peserta sebanyak 14 tim dari SSB terbaik di Purwokerto, kompetisi ini diramaikan peserta hingga 280 anak. Tidak hanya pelatih dan official, bahkan keluarga mulai dari orangtua, adik, kakak bahkan ada kakek beserta neneknya ikut mendampingi cucunya. Responnya sangat baik dan luar biasa,” terangnya.

Dalam posisi tidak harmonisnya hubungan pemerintah dengan PSSI, tidak sama sekali mempengaruhi tekadnya untuk terus menggairahkan Sepakbola di Banyumas. “Saya tidak peduli apapun yang terjadi dengan Pesepakbolaan di Indonesia saat ini. Tekad saya bulat tetap menggelar kompetisi ini untuk pembinaan panjang. Di pundak-pundak mereka inilah masa depan Sepakbola Banyumas. Mereka ini aset bangsa dan tentunya aset Pemerintah Kabupaten Banyumas juga. Hari ini saya cukup senang melihat keceriaan mereka dalam bermain Sepakbola,” tutup dia.

Berdasarkan pantauan Radarmas di lapangan, dengan pengawas pertandingan Agus Mulyono di lapangan A dan Yuswanto di lapangan B tersaji sekitar 7 partai di lapangan A dan 7 partai di lapangan B Brimob Watumas. Hasil di lapangan A untuk pool A dan B, Satria Muda vs Perseka 9-0, Mutiara menang WO 3-0 atas Cahaya Muda, Putra Lesa vs Mitra Persada 3-2, Duta Taruna vs Satria Muda 5-2, Putra Lesa vs Cahaya Muda 5-0, Mutiara vs Mitra Persada 4-1 dan Duta Taruna vs Perseka 2-1.

Sementara di lapangan B untuk pool C dan D, Kotayasa vs Grendeng Muda 1-0, Mars Purwokerto vs Antas Notog 11-0, IM Purwokerto vs Persepa 4-0, Kotayasa vs Persekars 2-0, Mars Purwokerto Vs Persepa 3-0, IM Purwokerto vs Antas Notog 9-1 dan Grendeng Muda vs Persekars 4-2.

Hujan Deras, RSUD Banyumas Sempat Terendam

PURWOKERTO- Penunggu pasien di RSUD Banyumas sempat dilanda panik. Ini lantaran rumah sakit tersebut sempat terendam banjir saat hujan deras turun, Senin (9/5) sore kemarin.

Slamet Kuntoro, warga Banjarnegara yang sedang menunggu pasien, menuturkan, banjir menggenangi hingga ruang rawat inap, ruang stroke, ruang permata hati, dan beberapa ruang lainnya. Air mulai masuk rumah sakit sejak sejak pukul 17.30.

“Banjir sampai di atas mata kaki. Agak panik juga saat air tiba-tiba masuk ke ruangan,” kata dia yang sedang menunggu pasien di ruang stroke, RSUD Banyumas.

Meski sempat panik, namun Slamet dan penunggu pasien lainnya memilih tetap bertahan. Mereka duduk di runag tunggu sambil menunggu banjir surut.
Salah seorang penunggu pasien lainnya, Joko (30) menuturkan, genagan air sudah surut sekitar pukul 19.00. “Tadi hujan deras sekali, airnya naik hingga sejengkal orang dewasa. Sempat masuk ke dalam,” katanya.
Dia menuturkan, usai air surut, petugas rumah sakit langsung membersihkan semua kotoran yang tertinggal oleh genangan air. “Begitu surut langsung dibersihkan, jadi normal kembali,” ujarnya.

Humas RSUD Banyumas, Tulus Setiono mengatakan, adanya genangan air itu tidak mengganggu pelayanan di rumah sakit. Dia menjelaskan, banjir tersebut disebabkan karena luapan air sungai yang tak jauh dari RSUD Banyumas. “Pelayanan tidak ada masalah sama sekali. Genangan tidak berlangsung lama, langsung bisa kami atasi,” imbuhnya. (wah/dis)

Aparat tidak Temukan Simbol PKI di Banyumas

Isu akan adanya aksi kebangkitan PKI pada hari lahir PKI 9 Mei 2016 tidak terbukti di Kabupaten Banyumas. Sepanjang Senin (9/5), tidak ada satu pun warga yang menggelar aksi mendukung PKI. Termasuk simbol-simbol PKI berupa gambar palu-arit. Aparat yang menggiatkan patroli di berbagai tempat tidak menemukan adanya simbol tersebut.




"Sebelumnya kita memang mendapat informasi bahwa Banyumas termasuk yang mendapat jatah kaus bergambar palu arit. Namun dalam razia yang kami lakukan di berbagai tempat, termasuk di tempat-tempat usaha konveksi seperti usaha sablon, tidak ditemukan adanya kaos bergambar palu arit," jelas Komandan Kodim 0271 Banyumas, Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana, Senin (9/5).

Menurutnya, sejak isu soal akan adanya aksi kebangkitan PKI, aparat TNI, kepolisian Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas, telah mengintensifkan razia dan penyelidikan baik yang bersifat tertutup maupun terbuka. Namun sejauh ini, tidak ditemukan adanya simbol-simbol PKI, baik tergambar di berbagai media maupun kaus.

Dia menyebutkan, bila ditemukan adanya warga yang menggambar simbol PKI atau mengenakan kaos bergambar palu-arit, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk memproses hukum. Menurutnya, larangan ideologi komunis maupun simbol-simbol PKI di Tanah Air, tertuang dalam TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966.

"Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi ragu bahwa PKI sampai sekarang masih merupakan organisasi terlarang. Tidak ada lagi idelogi lain di Indonesia, selain Pancasila," jelasnya.

Bersamaan dengan isu aksi kebangkitan PKI tersebut, berbagai elemen masyarakat Banyumas yang tergabung dalam Koalisi Benteng Nusantara, menggelar aksi menolak ajaran komunis khususnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di halaman kantor Kesbangpol Pemkab Banyumas.

"Kita menggelar aksi ini, karena sejak beberapa hari terakhir beradar isyu di media sosial mengenai rencana kebangkitan PKI pada hari lahir PKI," jelas Koordinator Koalisi Benteng Nusantara Yudho F Sudiro.