Selasa, 06 Juni 2017

Demi Keamanan dan Ketertiban, Polsek Purwokerto Utara Banyumas Beri Pembinaan Terhadap Penghuni Kos-Kosan

Kanit Lantas Polsek Purwokerto Utara Polres Banyumas Polda Jawa TengahAKP, Indri Endrowati, S.H bersama Kanit Serse AKP Mugiono ,S.H, Panit Lantas Aiptu Agus M serta Ka Spk Aiptu Teguh Pambudi, S.H melakukan pembinaan terhadap Anak-anak Kos di wilayah Kec. Purwokerto Utara, Kab. Banyumas, Selasa (6/6/17).

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah ,S.H., S.I.K, M.Hum melalui Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Aloysius Umbu Tellu, S.H mengatakan untuk kamtibmas di lingkungan kos- kosan pihak kepolisian berkewajiban untuk melakukan pembinaan agar penghuni kos turut menjaga keamanan di lingkungannya.

“Demi terciptanya situasi yang kondusif di tempat kos-kosan serta untuk menjaga ketertiban keamanan di lingkungan kos petugas Polri berkewajiban melakukan pembinaan di tempat kos Wisma Aster Kel. Karangwangkal Purwokerto Utara, Mahasiswa Unsoed untuk turut menjaga keamanan di tempat kost, dengan maraknya Cur laptops dan Cur ranmor,”jelas Kapolsek.

Dengan adanya patroli dari Polsek Purwokerto Utara dan melakukan pembinaan terhadap tempat kos / wisma, mahasiswa mengucapkan banyak terima kasih dan senantiasa akan ikut menjaga keamanan di lingkungan tempat kos.
Tribratanews.jateng.polri.go.id

Kemenhub Cek Kelaikan Bus di Terminal Purwokerto

Petugas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Pehubungan (Kemenhub) dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengecek kelaikan bus menjelang masa angkutan Lebaran di Terminal Bulupitu, Purwokerto.

Dalam kegiatan yang digelar Rabu (7/6/2017) pagi, petugas menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sedang menunggu penumpang di jalur keberangkatan Terminal Bulupitu.Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan setiap bus yang diperiksa, tetapi juga mengecek seluruh alat kelengkapannya, seperti lampu dekat, lampu jauh, lampu rem, lampu sein, lampu mundur, ban, pintu darurat, dongkrak, dan peralatan lainnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan bus tujuan Jakarta yang menggunakan ban vulkanisasi pada roda belakang. Selain itu, bus tersebut juga kelebihan tempat duduk sehingga harus dilepas satu agar tidak menghalangi pintu darurat.

Petugas juga menemukan bus tujuan Bandung yang lampu belakangnya bermasalah. Sementara terhadap bus yang surat-suratnya lengkap dan peralatan kendaraannya tidak bermasalah, petugas langsung memasang stiker yang menyatakan bahwa bus tersebut laik jalan untuk angkutan Lebaran.

Saat ditemui wartawan, Kepala Terminal Bus Tipe A Bulupitu Purwokerto, Hadi Suharto mengatakan, bus yang diizinkan berangkat harus memenuhi kriteria dokumen perjalanan maupun teknis kendaraannya.

"Sejak 1 Januari 2017, setiap terminal tipe A yang sudah beralih status di bawah Kemenhub setiap harinya selalu melakukan pengecekan kelaikan kendaraan baik administrasi maupun teknis," katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap bus akan diintensifkan menjelang masa angkutan Lebaran karena masyarakat membutuhkan angkutan yang aman dan nyaman.

Salah seorang pengurus bus Goodwill tujuan Bandung, Rujito, mengakui jika surat-surat kendaraannya lengkap. "Hanya saja lampu belakangnya nanti akan diganti di garasi," ucap Rujito.

Minggu, 04 Juni 2017

Puluhan Penghuni Kos di Purwokerto Dihukum Nyanyi Indonesia Raya


Puluhan penghuni kos dan pasangan mesum terjaring dalam razia pekat yang digelar oleh Tim Gabungan dari Polsek Purwokerto Utara. Mereka dihukum bersama-sama dengan cara menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tempat kos yang dirazia berada di Jalan Gunung Dempo, Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah. Tempat kos tersebut dirazia karena ada laporan dianggap meresahkan masyarakat.

"Semuanya sikap sempurna, berdiri, nyanyi lagu Indonesia Raya. Ada yang tertawa saya tempeleng. Sikap berdiri tegak," tegas Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Umbu Tellu di depan puluhan penghuni kos, Kamis (1/6/2017).Tidak ada tawa atau cekikikan puluhan penghuni kos yang terkena razia. Wajah mereka terlihat serius dan tegang. Kapolsek juga meminta salah seorang menjadi dirijen atau pemimpin saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga selesai. Usai mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, Umbu kemudian mengucapkan terima kasih.

"Ini dilakukan salah satunya sebagai bentuk penghormatan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh 1 Juni," katanya

Dalam kegiatan tersebut pihaknya mengamankan sedikitnya 31 orang, masing-masing 16 perempuan dan 15 laki-laki. Sebanyak empat perempuan tercatat masih di bawah umur.

"Kami melakukan kegiatan ini atas laporan warga yang resah dengan aktivitas penghuni indekos. Mereka sering pulang malam, teriak-teriak tidak jelas, pergaulan mereka terlalu bebas, sehingga masyarakat kurang nyaman saat menjalankan ibadah puasa," katanya.

Menurut dia, pihaknya juga mengamankan dua orang yang membawa minuman keras dan dua pasang remaja laki-laki dan perempuan dari sebuah kamar. Mereka diamankan karena tidak bisa menunjukkan surat nikah yang sah.

Seluruh penghuni kos, lanjut dia diminta untuk mengosongkan indekos dan kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Banyumas, melainkan juga dari luar kota. Selama ini mereka tidak memiliki pekerjaan yang jelas dan sering berlaku tidak sopan terhadap warga sekitar bahkan mabuk-mabukan.

"Mereka yang menghuni indekos itu pengangguran semua. Beberapa remaja yang diamanaan kami kenakan tindak pidana ringan. Untuk yang warga sini (Banyumas), kami minta orang tuanya menjemput, kalau yang luar kota kami antar ke terminal," pungkas dia.

Minggu, 14 Mei 2017

Antrean E-KTP di Banyumas Masih 200 Ribu

Kabupaten Banyumas, Selasa (9/5) kemarin mendapat kiriman lagi blangko KTP Elektronik (e-KTP) dari pemerintah pusat, setelah sebelumnya 10 ribu blangko sudah dibagikan kepada masyarakat.
Namun jumlah kiriman itu masih belum mencukupi kebutuhan blangko di Banyumas. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, Kartiman mengatakan, data keseluruhan masyarakat Banyumas yang mengantre blangko e-KTP sekitar 200 ribu. Data tersebut, 50 ribu di antaranya adalah masyarakat yang belum pernah mencetak e-KTP. Untuk itu, kiriman blangko kali ini akan diprioritaskan bagi yang belum pernah tercetak. “Saya dapet kiriman blangko lagi 30 ribu. Dikirim lewat pos Selasa kemarin. Peruntukannya masih sama, untuk nyetak yang belum pernah tercetak. Yang sudah ngantre yang belum sama sekali kecetak kan sekitar 50 ribu. Kiriman pertama 10 ribu, kemudian kiriman kedua ini 30 ribu jadi masih tersisa 10 ribu kemungkinan belum bisa dicetak,” jelasnya, kemarin. Dia mengatakan, blangko yang telah dikirim dari pusat ini akan segera dicetak. Setelah tercetak, akan langsung dikirim melalui kecamatan untuk kemudian dilanjutkan ke masing-masing desa penerima. Menurut dia, mekanisme tersebut untuk menghindari antrian di kantor Dindukcapil Kabupaten Banyumas. “Mekanisme setelah tercetak kemudian dikirim ke kecamatan, dari kecamatan dikirim ke desa. Daripada suruh diambil di sini, terlalu jauh yang dari daerah pinggiran. Takutnya jauh-jauh kesini, ternyata belum waktunya dicetak, kan kasian,” ujarnya. Pada pendistribusian blangko e-KTP tahap pertama, Provinsi Jawa Tengah menerima jatah blangko sebanyak 320 ribu keping. Jumlah tersebut masih harus dibagi untuk 35 kabupaten/ kota yang ada di Jawa Tengah. Sehingga di Banyumas sendiri hanya menerima jatah sekitar 10 ribu keping blangko.



Rabu, 03 Mei 2017

Pelebaran Jalan Belum Maksimal, Jalur Alternatif Purwokerto-Purbalingga Tersendat

Jalur alternatif yang menghubungkan antara Purwokerto dan Purbalingga (ruas Silado-Karangcegak) di Kecamatan Sumbang, pada saat libur panjang kemarin tersendat. Selain pelebaran jalan yang belum maksimal, adanya pekerjaan perbaikan jembatan dan saluran air di sisi jalan juga menjadi faktor kemacetan. Padahal, jalur-jalur alternatif tersebut juga menjadi jalur wisata menuju objek wisata di Banyumas, khususnya Baturraden dan sekitarnya.

Dari pantauan Radarmas Minggu (30/4) hingga Senin (1/5) kemarin, lalu lintas kendaraan didominasi oleh kendaraan pribadi dari luar daerah, baik menuju Purwokerto maupun sebaliknya. Titik kemacetan terjadi di sekitar Desa Linggasari Kecamatan Sumbang. Hal itu dikarenakan adanya pemeliharaan jembatan, sehingga memaksa kendaraan harus bergantian melintas. Salah satu pengguna jalan, Kuat Riyanto (26) mengaku memilih jalur tersebut karena dinilai lebih dekat untuk jarak tempuh menuju Baturraden. Rencananya dia bersama keluarga ingin menghabiskan liburan di sejumlah lokasi wisata yang ada di Kecamatan Baturraden. “Kalau liburan memang macet, tapi biasanya tidak seperti ini. Apalagi pelebarannya jalannya juga belum maksimal. Sehingga kalau papasan dengan bus, sangat berisiko juga kalau terlalu pinggir karena langsung sawah,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Heni Mufidah (25). Menurutnya, jalur alternatif seperti di ruas Silado-Karangcegak bisa lebih dimaksimalkan. Pasalnya, masyarakat akan lebih memilih jarak terdekat, ketimbang harus memutar melalui jalur utama. “Ini kan sudah dilebarkan dan dicor lama, tapi kenapa sampai sekarang belum dihotmix. Apalagi bahu jalannya juga tidak maksimal, jarak antara jalan dengan pemukiman dan sawah terlalu dekat, jadi menimbulkan kesan jalannya sempit,” ujarnya. 

Seperti diketahui, ruas jalan Silado-Karangcegak memang sudah dilakukan pelebaran berupa pengerasan bahu jalan pada akhir tahun 2015 lalu. Meski demikian, sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Pemkab Banyumas untuk melapisi jalan dengan hotmix. Minimnya lahan, khususnya bahu jalan menjadi salah satu kendala pelebaran jalan yang dilakukan. Sehinggga pemerintah sementara ini hanya melakukan pelebaran dengan memaksimalkan lebar bahu jalan yang ada, yaitu kurang lebih satu meter baik di kanan maupun kiri jalan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas mengatakan untuk akses tersebut memang belum dilakukan peningkatan dengan hotmix, mengingat untuk tahun 2016 lalu tidak ada alokasi anggaran untuk melakukan peningkatan jalan di ruas tersebut. “Nanti akan kita cek lagi. Kalau memang anggarannya memungkinkan, akan diusulkan lagi untuk hotmix,” ujarnya. Sumber: http://radarbanyumas.co.id