Senin, 16 April 2018

Pengajian dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di Masjid Assakinah















Kerja Bakti warga kelurahan grendeng di makam Grendeng utara








Kegiatan dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Persiapan kegiatan pengajian dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Kelurahan Grendeng
Pengajian di RW 1

Diduga Depresi, Pria Asal Baturraden Gantung Diri di Rumah Barunya

Warga Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas dalam keadaan leher tergantung di sebuah rumah, Minggu (15/4/2018). Diduga pria ini nekat gantung diri akibat depresi.

Menurut keterangan Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Purwokerto Utara, Kompol Aloysius Umbu Tellu, tersangka gantung diri bernama Joni (38), warga Desa Karangtengah RT 6 RW 4, Kecamatan Baturraden. Ia diduga gantung diri di rumah barunya di Jalan G Arjuna RT 3 RW 1, Kelurahan Bobosan. “Iya betul, ada kejadian gantung diri di tempat tersebut,” kata dia.

Sedangkan menurut Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, kasus gantung diri tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.10 WIB. Ketika itu, Kasinah (50), kerabat Joni asal Desa Bobosan RT 4 RW 1, Kelurahan Bobosan pergi bersama suaminya Samsul Hadi ke rumah Joni untuk bersih-bersih rumah.

Sesampainya di depan rumah pintu dan jendela rumah dalam keadaan tidak terkunci. Samsul pun langsung membuka pintu dan melihat Joni sudah dalam keadaan tergantung di pintu menggunakan seutas kawat rem. “Dari pengakuannya, yang bersangkutan itu sehari terkadang tinggal di rumah istri di Karangtengah, kemudian pulang ke rumah baru dua hari (TKP, red),” kata dia.

Setelah mengetahui kejadian ini mereka kemudian melaporkan kepada warga, hingga kemudian warga melaporakan kejadian tersebut ke Polsek Purwokerto Utara serta Koramil Purwokerto Utara. “Dari keterangan pihak keluarga yang bersangkutan kemungkinan depresi masalah keluarga,” ujarnya. Dari pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul maupun tajam. Diduga Joni sudah meninggal lebih dari enam jam. Itu terlihat dari tanda-tanda yang ada di tubuh korban. https://satelitpost.com

'Extravaganza' Mendapat Perhatian Warga Purwokerto dan Sekitarnya

Suasana Kota Purwokerto, Minggu (15/4/2018) tampak tidak seperti biasanya. Ribuan warga 'tumplek blek' di sepanjang Jalan S Parman dan Jalan Jenderal Sudirman untuk menonton acara Extravaganza Tahun 2018.

Kegiatan tahunan ini digelar olah Pemkab Banyumas, melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Periwisata (Dinporabudpar). "Peserta yang ikut dalam kegiatan sebanyak 70 kelompok. Mereka peserta siap menampilkan yang terbaik pada karnaval budaya sepangjang 3 kilometer," kata Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Suwondo, Minggu (15/4/2018).

Dijelaskan kegiatan tersebut peserta dibagi dalam tiga kelompok kategori, yakni pelajar dan mahasiswa, perwakilan kecamatan, serta masyarakat umum.

Kegiatan ini dimulai dari depan gedung Bioskop Rajawali Jalan S Parman, Jalan Jenderal Sudirman menuju ke Alun-alun Purwokerto. Aacra ini mendapat perhatian khusus warga Banyumas dan mereka yang sengaja datang dari luar daerah.

Selain peserta, panitia juga mengundang 600 orang dari berbagai instansi dan pelaku wisata, serta kepala dinas pariwisata dari beberapa kabupaten di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Banyumas Extravaganza yang merupakan event wisata, dibangun untuk menampilkan eksotika seni budaya dan batik Banyumasan. Nantinya pemenang dari kategori pelajar akan dikirimkan pada karnaval Dekranasda di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedang dari kelompok kecamatan akan diikutsertakan untuk mengikuti Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Tengah di Sukoharjo, bulan Agustus 2018 http://krjogja.com