Senin (19/6) kemarin, merupakan pengumuman bagi peserta didik yang diterima di SMA Negeri di Kabupaten Banyumas. Dari 14 SMAN di Kabupaten Banyumas yang semuanya menggelar PPDB secara online, ternyata 8 sekolah masih kekurangan peserta didik di beberapa jurusan sampai saat ini.
Koordinator Help Desk PPDB Online Balai Pengendali Pendidikan Menengah Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas, Seno Nugroho SKom, Senin (19/6) mengatakan, delapan SMAN yang masih belum mampu memenuhi daya tampungnya sampai masa Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) 14 Juni berakhir, SMAN 1 Banyumas, SMAN 3 Purwokerto, SMAN 1 Rawalo, SMAN 1 Sokaraja, SMAN Baturaden, SMAN Patikraja, SMAN Sumpiuh dan SMAN Wangon. Adapun jurusan yang masih membutuhkan tambahan peserta didik hampir merata di semua jurusan mulai dari jurusan MIPA, IPS serta jurusan Bahasa dan Budaya. “Delapan sekolah ini mulai Senin (19/6) sampai Selasa (20/6) masih membuka PPDB online tahap 2 untuk jalur pemenuhan daya tampung. Jika sampai pengumuman pada Rabu (21/6) daya tampung per jurusan belum terisi penuh maka berapapun tambahan peserta didik yang didapat sekolah sudah harus berjalan,” katanya. Seno menjelaskan kekurangan terbanyak ada di SMAN Rawalo dengan 116 peserta didik dengan rincian 43 peserta didik pada jurusan MIPA dan jurusan IPS 73 peserta didik.
Diantara 8 SMAN tersebut hanya SMAN 3 Purwokerto di wilayah eks Kotip yang kekurangan peserta didik untuk jurusan MIPA sebanyak 5 peserta didik. “Dari data tersebut sebagian besar SMAN yang kekurangan peserta didik merupakan sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kota Purwokerto,” terang dia. Dirinya menambahkan penyebab tidak terpenuhinya daya tampung di SMAN negeri bisa disebabkan karena salahnya strategi orangtua dan peserta didik yang kurang tepat dalam mengestimasi waktu dalam mencabut dan memasukkan berkas pendaftaran. Selain itu aturan rayonisasi juga sangat mempengaruhi jumlah peserta didik ke sekolah-sekolah yang selama ini banyak diisi oleh peserta didik dari luar Kabupaten Banyumas. “Seperti di SMAN Sumpiuh. Jika selama ini tidak sedikit peserta didik dari Kabupaten Kebumen dan Cilacap yang bersekolah disana, karena aturan zonasi maka otomatis jumlah peserta didik dari luar Kabupaten Banyumas yang mendaftar di SMAN Sumpiuh juga ikut berkurang drastis,” tutup Seno
Sumber: http://radarbanyumas.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar