Bermodal keyakinan diri, eslalom tuan rumah, Purwokerto, Adrian Septianto menjadi juara kelas A seri 7 Kejurnas GT Radial Indonesia Night City Slalom di sirkuit GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (12/11). Dengan ketenangan, Adrian menekuk musuh terdekatnya, Demas Agil. Namun, meski kalah, Demas Agil tetap juara.
Adrian yang merupakan andalan tim HTJRT Yogyakarta ini mencetak waktu 54,518 detik. Catatan itu mengungguli torehan Demas Agil dari NFT Slalom Team Makassar dengan 54.913 detik di urutan kedua. Juara ketiga direbut Dika CH dari tim Hercules Intersport dengan 55.461 detik.
"Ketika mendengar Demas Agil mencetak waktu tercepat, saya mencoba tetap tenang. Saya yakinkan diri, bahwa tadi di penyisihan, saya bisa menang dan mengalahkan Demas. Akhirnya saya bisa cetak waktu tercepat sebagai peslalom yang berlomba paling akhir," ungkap Adrian.
Kalau Adrian juara seri terakhir, tidak demikian juara umum 2016 yang dikunci Demas Agil. Meski hanya runner up, tetapi jagoan NFT Slalom Team Makassar paling tinggi pointnya.
Adrian yang merupakan andalan tim HTJRT Yogyakarta ini mencetak waktu 54,518 detik. Catatan itu mengungguli torehan Demas Agil dari NFT Slalom Team Makassar dengan 54.913 detik di urutan kedua. Juara ketiga direbut Dika CH dari tim Hercules Intersport dengan 55.461 detik.
"Ketika mendengar Demas Agil mencetak waktu tercepat, saya mencoba tetap tenang. Saya yakinkan diri, bahwa tadi di penyisihan, saya bisa menang dan mengalahkan Demas. Akhirnya saya bisa cetak waktu tercepat sebagai peslalom yang berlomba paling akhir," ungkap Adrian.
Kalau Adrian juara seri terakhir, tidak demikian juara umum 2016 yang dikunci Demas Agil. Meski hanya runner up, tetapi jagoan NFT Slalom Team Makassar paling tinggi pointnya.
http://mobilinanews.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar